Sabtu, 07 Oktober 2017

PERILAKU ETIKA DALAM BISNIS


Etika bisnis memiliki definisi yang hampir sama dengan etika profesi, namun secara lebih rinci. Etika Bisnis adalah perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan oleh pimpinan, manajer, karyawan, agen, atau perwakilan suatu perusahaan.
Dalam menciptakan etika bisnis ada beberapa hal yang diperhatikan yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan serta menghindari 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi), mampu mengatakan yang benar itu benar. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis, serta kesaran semua pihak untuk melaksanakannya, hal tersebut dapat dikurangi serta mampu menghadapi era globalisasi.

LINGKUNGAN BISNIS YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ETIKA
Etika Bisnis adalah suatu rangkaian prinsip yang harus dilakukan saat menjalankan bisnis. Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (bisnis). Prinsip bisnis yang baik menurut perusahaan yaitu bisnis yang beretika, maksudnya yaitu bisnis yang kinerjanya baik dengan menaati etika serta peraturan dan hukum yang berlaku.
Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya pasti tujuan utamanya adalah untuk memperoleh keuntungan. Dalam usaha memperoleh keuntungan ini kadang karyawan sampai lupa batasan-batasan yang harus mereka lakukan, sehingga mereka terjerumus kearah yang menyimpang demi mendapatkan sebuah keuntungan yang besar. Maka dari itu diperlukannya menaati etika bisnis dalam menjalankan sebuah usaha, karna terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap perilaku etika dalam bisnis yaitu :
a.      Budaya Organisasi
Keseluruhan budaya perusahaan adalah dampak bagaimana karyawan melakukan diri dengan rekan kerja, pelanggan dan pemasok. Lebih dari sekedar lingkungan kerja, budaya organisasi mencakup sikap manajemen terhadap karyawan, rencana pertumbuhan perusahaan dan otonomi / pemberdayaan yang diberikan kepada karyawan.

b.      Ekonomi Lokal
Melihat seorang karyawan dari pekerjaannya dipengaruhi oleh keadaan perekonomian setempat. Jika pekerjaan yang banyak dan ekonomi booming, karyawan secara keseluruhan lebih bahagia dan perilaku mereka dan kinerja cermin itu. Disisi lain, saat-saat yang sulit dan pengangguran yang tinggi, karyawan dapat menjadi takut dan cemas tentang memegang pekerjaan mereka. Kecemasan ini mengarah pada kinerja yang lebih rendah dan penyimpangan dalam penilaian.

c.       Reputasi Perusahaan dalam Komunitas
Persepsi karyawan tentang bagaimana perusahaan mereka dilihat oleh masyarakat lokal dapat mempengaruhi perilaku. Jika seorang karyawan menyadari bahwa perusahaannya dianggap curang atau murah, tindakannya mungkin juga seperti itu. Namun, jika perusahaan dipandang sebagai pilar masyarakat dengan banyak goodwill, karyawan lebih cenderung untuk menunjukkan perilaku serupa.

d.      Persaingan di Industri
Tingkat daya saing dalam suatu industri dapat berdampak etika dari kedua manajemen dan karyawan, terutama dalam situasi di mana kompensasi didasarkan pada pendapatan. Dalam industri yang stabil di mana menarik pelanggan baru tidak masalah, karyawan tidak termotivasi untuk meletakkan etika internal mereka menyisihkan untuk mengejar uang.

KESALING - TERGANTUNGAN ANTARA BISNIS DAN MASYARAKAT
Berikut adalah beberapa hubungan kesaling tergantungan antara bisnis dengan masyarakat:
ü  Hubungan antara bisnis dengan langganan / konsumen
Hubungan antara bisnis dengan langgananya adalah hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulannya secara baik.

ü  Hubungan dengan karyawan
Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya. Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yakni : Penarikan (Recruitment), Latihan (Training), Promosi atau kenaikan pangkat, Tranfer, Demosi (Penurunan Pangkat) maupun Lay-off atau pemecatan / PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

ü  Hubungan antar bisnis
Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain. Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan para pesaing, grosir, pengecer, agen tunggal maupun distributor.

ü  Hubungan dengan Investor
Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah go public harus menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para investor atau calon investornya. prospek perusahan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.

ü  Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan
Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat finansial.

KEPEDULIAN PELAKU BISNIS TERHADAP ETIKA
Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Hal ini diperlukan karena hubungan yang ada tidak hanya menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunyai kaitan secara emosional. Agar etika bisnis dapat berjalan dengan baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
1.      Pengendalian diri
2.      Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
3.      Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya  perkembangan informasi dan teknologi
4.      Menciptakan persaingan yang sehat
5.      Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6.      Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
7.      Mampu menyatakan yang benar itu benar
8.      Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
9.      Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10.  Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati


PERKEMBANGAN DALAM ETIKA BISNIS
Perhatian etika untuk bisnis dapat dikatakan seumur dengan bisnis itu sendiri. Perbuatan-perbuatan yang selama ini sering ada dalam dunia bisnis sendiri, selalu berkaitan dengan etika, seperti mengurangi timbangan atau takaran, menipu dalam bisnis merupakan contoh-contoh kongkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis.
Masa etika bisnis menjadi fenomena global pada tahun 1990-an, etika bisnis telah menjadi fenomena global dan telah bersifat nasional, internasional dan global seperti bisnis itu sendiri. Etika bisnis telah hadir di Amerika Latin , ASIA, Eropa Timur dan kawasan dunia lainnya. Di Jepang yang aktif melakukan kajian etika bisnis adalah institute of moralogy pada universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Di india etika bisnis dipraktekan oleh manajemen center of human values yang didirikan oleh dewan direksi dari indian institute of manajemen di Kalkutta tahun 1992. Di indonesia sendiri pada beberape perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika bisnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha indonesia (LSPEU Indonesia) di Jakarta.


ETIKA BISNIS DAN AKUNTAN
Dalam menjalankan profesinya, seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi.

Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; Kompetensi, Objektif dan Mengutamakan integritas. Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik. Kita harus mengakui bahwa akuntansi adalah bisnis, dan tanggung jawab utama dari bisnis adalah memaksimalkan keuntungan atau nilai shareholder. Tetapi kalau hal ini dilakukan tanpa memperhatikan etika, maka hasilnya sangat merugikan. Banyak orang yang menjalankan bisnis tetapi tetap berpandangan bahwa, bisnis tidak memerlukan etika.

Profesi akuntan publik bisa dikatakan sebagai salah satu profesi kunci di era globalisasi untuk mewujudkan era transparansi bisnis yang fair, oleh karena itu kesiapan yang menyangkut profesionalisme mensyaratkan tiga hal utama yang harus dipunyai oleh setiap anggota profesi yaitu: Keahlian, Pengetahuan dan Karakter. Karakter menunjukkan personality seorang profesional yang diantaranya diwujudkan dalam sikap dan tindakan etisnya. Sikap dan tindakan etis akuntan publik akan sangat menentukan posisinya di masyarakat pemakai jasa profesionalnya. Profesi juga dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk mendapatkan nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi serta dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam. Untuk menegakkan akuntansi sebagai sebuah profesi yang etis, dibutuhkan etika profesi dalam mengatur kegiatan profesinya. Etika profesi itu sendiri, dalam kerangka etika merupakan bagian dari etika sosial. Karena etika profesi menyangkut etika sosial, berarti profesi (dalam hal ini profesi akuntansi) dalam kegiatannya pasti berhubungan dengan orang/pihak lain (publik). Dalam menjaga hubungan baik dengan pihak lain tersebut akuntan haruslah dapat menjaga kepercayaan publik.

SUMBER

ETIKA SEBAGAI TINJAUAN


PENGERTIAN ETIKA
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethikos” yang artinya “timbul dari kebiasaan”. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benarsalahbaikburuk, dan tanggung jawab.
Jadi, Etika ialah suatu kebiasaan tata cara dalam berperilaku didalam lingkungan masyarakat dimana terdapat pengetahuan yang menjelaskan tentang arti baik dan buruk serta apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, juga menyatakan satu tujuan yang perlu diraih manusia dalam perbuatannya serta menunjukkan arah untuk melakukan apa yang seharusnya didilakukan oleh manusia.

PENGERTIAN ETIKA MENURUT PARA AHLI
ü  DR. James J. Spillane SJ
Etika adalah mempertimbangkan atau memperhatikan perilaku manusia dalam mengambil suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya dan perilaku seseorang pada orang lain.
ü  Soegarda Poerbakawatja
Etika adalah sebuah filsafat berkaitan dengan nilai-nilai tentang baik dan buruknya tindakan serta kesusilaan
ü  Prof. DR. Franz Magnis Suseno
Etika adalah suatu pengetahuan yang memberikan arahan, acuan dan pijakan kepada tindakan manusia.

PRINSIP-PRINSIP ETIKA
Ada 6 prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu prinsip keindahan, prinsip persamaan, prinsip kebaikan, prinsip keadilan, prinsip kebebasan, dan prinsip kebenaran. Dibawah ini akan dijelaskan masing-masing dari prinsip-prinsip etika : 
1.      Prinsip Keindahan
Mendasari segala sesuatu dengan rasa senang terhadap keindahan dengan menunjukkan sesuatu yang indah dalam perilakunya.
Contoh: dalam berpakaian, berpenampilan, penataan ruangan, dsb.

2.      Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.

3.      Prinsip Kebaikan
Perilaku seseorang untuk selalu berusaha berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain.

4.      Prinsip Keadilan
Prinsip yang mendasari seseorang untuk bertindak adil dan tidak mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi hak orang lain.

5.      Prinsip Kebebasan
Kebebasan setiap manusia yang mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri selama itu tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain dan harus diikuti dengan tanggung jawab.

6.      Prinsip Kebenaran
Prinsip yang dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat dan bersifat logis/rasional. 

BASIS TEORI ETIKA
1.      Etika Teleologi
Teleologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Telos” yang memiliki arti tujuan. Dalam hal mengukur baik buruknya suatu tindakan yaitu berdasarkan tujuan yang akan dicapai atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam teori teleologi terdapat dua aliran, yaitu:

ü  Egoisme Etis
Inti pandangan dari egoisme adalah tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan diri sendiri.
Contoh: Tindakan di situasi kebakaran, seseorang tidak menyelamatkan mangsa kebakaran karena khawatir akan membahayakan nyawa nya sendiri.

ü  Utilitarianisme
Berasal dari Bahasa Latin yaitu “Utilis” yang memiliki arti Bermanfaat. Menurut teori ini, suatu perbuatan memiliki arti baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu atau dua orang melainkan bagi seluruh masyarakat sebagai keseluruhan. (The greatest happiness of the greatest number).
Contoh: Seorang pemimpin daerah yang ingin memajukan daerahnya menjadi daerah wisata. Pemimpin daaerah tersebut meminta pendapat kepada masyarakatnya dan mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam memajukan daerahnya. Keputusan atau perbuatan tersebut dapat membawa manfaat bagi masyarakat ataupun daerah itu sendiri yaitu menjadikan daerah itu banyak dikunjungi oleh wisatawan dan dapat juga menaikan pendapatan perdaerahnya. 

2.      Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban dan yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Jika terdapat pertanyaan “Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak karena buruk?”. Maka Deontologi akan menjawab “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan arena perbuatan kedua dilarang”. Pendekatan deontologi sudah diterima oleh agama dan merupakan salah satu teori etika yang penting.
Contoh: Kewajiban seseorang yang memiliki dan mempecayai agamanya, maka orang tersebut harus beribadah,  menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

3.      Teori Hak
Dalam pemikiran moral saat ini, teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
Contoh: Seorang pegawai yang menerima gaji tiap bulannya sebagai haknya.

4.      Teori Keutamaan (Virtue)
Dalam teori keutamaan memandang sikap atau akhlak seseorang. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan seseorang untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh:
·         Kebijaksanaan       
·         Keadilan                
·         Suka bekerja keras
·         Hidup yang baik

EGOISM
Kata “Egoisme” merupakan istilah yang berasal dari bahasa Latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno yang masih digunakan dalam bahasa Yunani modern – ego (εγώ) yang berarti “diri” atau “Saya”, dan -isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaannya. Dengan demikian, istilah ini secara etimologis berhubungan sangat erat dengan egoisme filosofis.
Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat.  Istilah lainnya adalah "egois". Lawan dari egoisme adalah altruism.
Teori egoisme atau egotisme diungkapkan oleh Friedrich Wilhelm Nietche yang merupakan pengkritik keras utilitarianisme dan juga kuat menentang teori Kemoralan Sosial. Teori egoisme berprinsip bahwa setiap orang harus bersifat keakuan, yaitu melakukan sesuatu yang bertujuan memberikan manfaat kepada diri sendiri. Selain itu, setiap perbuatan yang memberikan keuntungan merupakan perbuatan yang baik dan satu perbuatan yang buruk jika merugikan diri sendiri.

SUMBER

Senin, 17 Juli 2017

FINAL ASSIGNMENT OF BAHASA INGGRIS BISNIS 2

Name  : Hesti Ernawati
Class   : 3EB06
NPM   : 24214968

Vaping may cause heart problems too: Study
Smokers have found vaping as a “healthier alternative” to regular cigarettes, but a recent series of tests has revealed that e-cigarettes damage key blood vessels.
During a large gathering of heart experts in Rome last week, Prof. Robert West of University College in London said that the devices “are far more dangerous than people realize.”
Last year, health officials claimed that e-cigarettes were 95 percent safer than tobacco and that doctors would prescribe them alongside nicotine patches and gum to help smokers quit.
The new trials, however, revealed that vaping triggers levels of damage to key blood vessels similar to smoking tobacco, known as “arterial stiffness,” a main predictor of heart disease.

EXPLANATION THE COMPONENT OF THE SENTENCES
Vaping // may cause // heart problems too: Study

S         //        V        //         O

-          The Subject of the title belongs to Gerund. Gerund is a verb that functions as a noun so it can function as a subject, object and complement. Gerund as subject can stand alone (a phrase).
-          The Predicate is may cause. May (Modal Auxiliary) and Cause (Main Verb).
ü  Modal Auxiliary Verb is a word placed before the main verb to modify the meaning of the main verb. May to declare possibility in the present and future which is 50 percent can happen.
ü  Aside from being a noun, Cause can also function as a Verb which means causing something to happen (usually something bad).
-          The Object is heart problems too


Smokers // have found // vaping  // as a “healthier alternative” to regular cigarettes,
S      //         V        //       O    //               Circumstance

but   // a recent series of tests // has revealed // that //
Conj   //          S                     //           V         //        //      

e-cigarettes // damage // key blood vessels.
S          //          V         //          O

-          The tenses of the sentence is Present Perfect Tense. It is used to describe an activity that has been done at this time. The present perfect is used to indicate a link between the present and the past.
-          Smokers is The Subject.
-          Have found is Predicate. Have (Auxiliary Verb) and Found (Main Verb).
-          Vaping is The Object.
-          Circumstance explaining the smokers’s opinion about vaping.
-          But is a Coordinate Conjunction.
ü  Coordinate Conjunction are words that connect phrases, clauses and other words. But is a form of coordinate conjunction in English, but has meaning to express a contradiction.
-          That is Relative Pronoun which used to connect a sentence.
ü  Which and That are a form of relative pronoun in English, but has a different ways of using it.
ü  Which used to replace objects in relative clause, so which cannot be used for humans. That used to explain all things including objects and humans.

During // a large gathering of heart experts in Rome last week, //
Preposition         //                  Noun Phrase                                       

Prof Robert West of University College in London said that the devices “are far more dangerous than people realize.”
Direct Object

-        This sentence is Adjectival Prepositional Phrase. It is the preposition phrase (preposition + object of preposition) used to describe noun or pronoun such as adjective. Its position after the noun it explained. In a sentence, the noun it describes may serve as subject, predicate, direct object, or indirect object. Adjectival prepositional phrase says "which one" about the noun.
ü  During is The Preposition. We use "during" to talk about "period of time". This preposition is used when two things happen at the same time.
ü  A large gathering of heart experts in Rome last week, Prof. Robert West of University College in London said that the devices “are far more dangerous than people realize.” is The Object Of Preposition.
-          A large of gathering of heart experts in Rome last week is a Noun Phrase.
-         Prof. Robert West of University College in London said that the devices “are far more dangerous than people realize.” is the Direct Object.
-          The devices is refers to Vaping. It means Vaping is far more dangerous than people realize.


Last year, // health officials // claimed // that // e-cigarettes // were //
Adv of time   //        S       //   V         //       //         S         //  to be   //

95 percent safer // than // tobacco // and // that // doctors // would prescribe // 
Comparative Adj //    //     O       // Conj //     //      S     //         V           //                

them // alongside nicotine patches and gum to help smokers quit.
O    //        Direct Object

-          Adverb of time is an adverb to state or explain the time of an event. Words that are usually used to declare adverb of time include: today, now, tomorrow, yesterday, since, etc.
-          Health officials is Subject.
-          Claimed is Verb.
-          To be is a word that is usually included in a sentence. A kind of affirmation on a subject and a word that follows. Miscellaneous to be: is, am, are, was, were, has, had, have, do, does.
-          Safer is Comparative Adjectives.
ü  Comparative Adjectives are used to compare differences between the two objects they modify (larger, smaller, faster, higher). They are used in sentences where two nouns are compared, in this pattern: Noun (Subject) + To be + Comparative Adjective + than + Noun (Object)
-          Would prescribe is Predicate. Would (Auxiliary Verb) and Prescribe (Main Verb).
ü  Auxiliary Verb is a verb that adds functional or grammatical meaning to the clause in which it appears, such as to express tense, aspect, modality, voice, emphasis, etc. Auxiliary verbs usually accompany a main verb.
-          Them is the object that belongs to e-cigarettes
-          Direct Object is a word or group of words representing the person or thing upon which the action of a verb is performed or toward which it is directed: in English, generally coming after the verb, without a preposition.


The new trials // however // revealed // that // vaping // triggers // 
  S     //   Conj  //  V   //    //   S     //      V     //                                             

levels of damage to key blood vessels similar to smoking tobacco // 
                        O                                                                    
known as “arterial stiffness,” a main predictor of heart disease.
                      Adv

-          The new trials is the subject.
-          However is Coordinate Conjunction. It is used for more formal / official situations. However it is followed by a comma and can be placed at the beginning or end of a sentence.
ü  Conjunctions are words that link other words, phrases, or clauses together. Conjunctions has 3 type :
1.      Coordinating Conjunctions
Coordinating conjunctions allow you to join words, phrases, and clauses of equal grammatical rank in a sentence. The most common coordinating conjunctions are for, and, nor, but, or, yet, and so.
2.      Correlative Conjunctions
Correlative conjunctions are pairs of conjunctions that work together. Some examples are either/or, neither/nor, and not only/but also.
3.      Subordinating Conjunctions
Subordinating conjunctions join independent and dependent clauses. A subordinating conjunction can signal a cause-and-effect relationship, a contrast, or some other kind of relationship between the clauses. Some example are after, although, as, as if, as long as, as much as, as soon as, as though, because, before, by the time, even if, even though, if, in order that, in case, in the event that, lest , now that, once, only, only if, provided that, since, so, supposing, that, than, though, till, unless, until, when, whenever, where, whereas, wherever, whether or not, while

REFERENCE